Selasa, 30 September 2025

she’s out of her mind

 


Kurasa, berharap belas kasih bukan kelemahan. Bukan juga kekurangan, atau hal yang memalukan untuk dilakukan. Hal itu adalah hal natural karena sebagai makhluk sosial, manusia memang butuh dan bukan bentuk keegoisan.

Ia membaca ulang tulisannya sendiri seperti menatap cermin retak. Setiap kata yang ia tulis terasa seperti tuduhan — “egois ya aku selama ini?” katanya dalam hati. Ia sadar selama ini ia menutup semua luka, membungkusnya rapat-rapat hanya supaya orang lain tak melihatnya. Ia takut terlihat lemah, takut air mata menguak sisi dirinya yang rapuh.

Keegoisan yang dipikir olehnya itu, cuma, ya, hanya karena ketakutannya. Dia begitu takut sehingga tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan mana perhatian. Akhirnya, baginya berharap adalah sama dengan mengemis, meminta-minta, atau menadahkan tangan.

Padahal, dia sendiri — dengan keadaan tangannya yang berlumuran darah darinya sendiri, selalu menengadahkan tangan di atas, mengangkat orang-orang di sekitarnya dan selalu berusaha berdiri tegas, kuat, seperti Karang Penghalang Besar Australia. Digerus macam lautan setiap saat, berusaha tidak rapuh meskipun rontok setiap saat.

I said, ‘Settle down, settle down, everything is fine / Take your eyes off the floor’
She said, ‘No, I’m not, no, I’m not, no, I’m not alright / I lost my head on the door’

Ya, berkali-kali. Kalau harus diucapkan, sebagai orang dengan love language-nya adalah word of affirmations, memang harus berkali-kali ditegaskan bahwa: semua akan baik-baik saja. Dia selalu menolak ditenangkan dan mengungkapkan betapa kacaunya perasaannya. Frasa “lost my head on the door” adalah metafora untuk kepalanya yang sangat pusing, bingung, atau perasaan frustrasi yang memuncak. But its alright, at least dia mau mengungkapkannya.

She’s a-a-a-antisocial, a-a-a-antisocial / A-a-and she’s an angel, yeah

Dibalik pribadinya itu, dia selalu tidak menyadari bahwa: she’s an angel.

I’m in deep with this girl, but she’s out of her mind

Bagaimana mungkin bertahan sejauh ini? Maksudku, dia cukup sangat gila dengan pemikirannya. Bahkan, sekelas Green Day saja menuliskan lagu juga untuknya; dengan judul yang sama dengan namanya!— bahwa kadang, aku dan orang-orang di sekitarnya tidak cukup untuk pemikirannya yang jauh itu.

Tapi, karena dia gila, kita bisa sejauh ini. I’m glad with the first time yang terjadi pada kita semua. She’s the one first, to attend, to go to the bookstore, karaoke, k-pop event and not to rely on my meds anymore.

She said, ‘I let her down, let her down, I no longer dream / Of anything anymore
Said I’m a know-it-all, know-it-all, ‘You make me want to scream’ / And threw herself on the floor

Dia merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Ketemu orang-orang tertentu terasa nyaman, tapi sekaligus tidak nyaman, karena mereka juga jadi pengingat dari trauma itu. Dia sudah berusaha keras untuk mengikhlaskan, cerita ke teman pun, lari dari masalah pun, tapi tetap gak sembuh. Usahanya selalu berakhir dengan rasa sakit yang sama.

Setiap kali ia berjalan melewati jalan yang sama, kenangan buruk itu menghantamnya lagi. Ia pernah jatuh, pernah kehilangan arah, pernah merasa dipaksa menerima sesuatu yang bagi orang lain mungkin sepele. Ia berusaha mengikhlaskan, berusaha lari, berusaha menceritakan pada teman, tapi luka itu seperti bayangan: selalu ikut, selalu menempel.

She’s a-a-a-antisocial, a-a-a-antisocial / A-a-and she’s an angel, yeah

Ia menyiksa dirinya dengan diam. Mengacaukan pola makan, membungkus semua rasa sakitnya supaya tak ada yang tahu. Ia takut terlihat lemah, takut orang lain memandangnya dengan kasihan. Ironisnya, kepada orang lain dia adalah bahu yang kuat, kata-katanya menenangkan, pelukannya meyakinkan. Kata-kata yang ia ucapkan untuk orang lain sebenarnya adalah doa yang ia simpan untuk dirinya sendiri.

I’m in deep with this girl, but she’s out of her mind

Orang gila mana yang menaruh tangannya di atas pundak idol?

She got a black shirt, black skirt, and Bauhaus stuck in her head

Yang membuatnya bertahan hanyalah seutas benang tipis: nama yang ia sebut setiap kali hampir jatuh, Haechan, seperti lilin kecil yang ia nyalakan di ruang paling gelap. “Aku gapapa selama ada Haechan,” begitu mantra itu ia ulang, meski lilin itu makin kecil, nyaris padam.

Dia bertahan di dunia yang terasa terlalu bising dan gelap, hanya karena setiap harinya ia masih bisa berkata, “Aku gapapa, selama ada Haechan.”

Tuh, kan? Dia cukup gila, kan?

Tapi kadang aku gasadar, kalo mungkin aku sendiri juga kadang ada nama yang kadang kuhembus setiap aku merasa capek. Bedanya, kita gila di agensi dan idol yang berbeda — Jihyo, my bini.

“She’s not complicated, can’t be overstated at all

Dia berpikir bahwa dia adalah seorang yang membingungkan, maze, puzzle yang jatuh berserakan di atas lantai. Padahal, secara mendasar dan sederhana (misalnya pada kesedihan atau kekosongan), bukan sesuatu yang sulit dipecahkan, meskipun ledakannya terasa besar. Be there, is all we need. We know you always need the help, so we’ll always be there!

We all need something to live for, oh yeah

誕生日おめでとう (Tanjoubi omedetou)! Selamat ulang tahun!🎂 Amanda! Another year, another suffering! (bercanda loh! jangan dibikin ovt!). Aku mungkin ga bisa cheesy kayak minta anak-anak ngucapin ultah kayak yang kamu lakuin. Tapi aku harap, this letter found you well! Sengaja aku nulis di blog jelek ini soalnya biar kamu tau kalau ada teknologi namanya blog. Btw kamu udik banget kak masa gatau blogger, emang orang kabupaten dulu kalo ngeblog dimana? Prasasti? :(((((

Semoga dimulai dari hari ini, kamu bakal mendapatkan banyak sekali hal baik, positif, dan bahkan kamu ga takut lagi buat melihat kedepan. Aku harap, tulisan ini nanti bisa jadi buat kamu sadar bahwa kamu telah berkembang pesat, menjadi pribadi yang lebih elegan, cantik dan menawan. I hope your health and wealth be better. Makin doyan makan juga! Aku masakin sup rumput laut tapi ga tanggal pas karena kamu gasuka disurprise-in. Nanti aku bikinin japchae sama ayam suwir senenganmu itu. Sebenernya ada kado lagi tapi masih dikirim jadi, siap-siap ya hehehehehehehehe.

Semoga bakat menulismu makin terasah, intuisimu terhadap keadaan sosial di sekitarmu menjadi lebih baik, dan kamu bakal mendapatkan banyak sekali pandangan baru bahwa di umurmu yang ke 23 ini, kamu kedepannya akan melihat bagaimana api bekerja, bagaimana menawan hal-hal kecil disekitarmu dan mulai meninggalkan pikiran buruk yang selalu menganggu kepalamu.

I hope you won the battle you won’t tell me about, I hope from now on you don’t have to associate dates with bad days, dan aku harap kamu bisa sembuh dari trauma kamu, cepat atau lambat, dan mulai melangkah lebih baik lagi. Be happy, its all I ask! Jangan alergi dengan kebahagiaan! You know that I will always love you, right?

Sekali lagi, selamat ulang tahun! I hope everything will be well! I’ll always be here for you!

Ad astra per aspera, Manda!


aku mau kasih foto aib tapi aku lupa foto di ip belum aku backup dan ilang semua, tapi aku nyimpen fotobox kita bareng dulu pertama wkwkwkw



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Menambah kritik akan membuka wawasan #eaa